Polisi temukan sidik jari perampokan dengan kerugian Rp2 miliar

Polisi menemukan sidik jari perampokan dengan kerugian Rp2 miliar 

Polisi menemukan sidik jari perampokan dengan kerugian Rp2 miliar – Aparat Kepolisian Resor Kudus Jawa Tengah, menemukan sidik jari yang dimiliki milik perampokan. Yang aksinya diwarnai dengan penyekapan terhadap korbannya yang merupakan pengusaha plastik. 

“Sidik jari ditemukan di mobil korban yang berhasil dibawa melarikan diri dan kemudian dipindahkan di Jalan Museum Kretek di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus,” kata Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma di Kudus, Rabu.

Ia berhasil menyelamatkan mobil korban karena sudah menyiapkan mobil untuk mengangkut barang hasil curian mereka.

Dalam rangka pemutaran yang dirilis, Polres Kudus juga sudah mengambil rekaman dari kamera pemantau CCTV yang tertutup yang dipasang di berbagai tempat, termasuk yang menuju jalan tol.

Terkait kemungkinannya mengunjungi orang dekat, ia mengatakan masih dalam pembahasan.

Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Agustinus David menambahkan kerangka mengungkap kasus kekerasan dengan memberdayakan di rumah pengusaha plastik di Jalan Ahmad Yani Kudus pada Kamis malam, kepolisian juga sudah meminta tanggapan terhadap empat pihak dan memperbolehkan memperbanyak.

Mobil kijang yang dikeluarkan di Museum Jalan Kretek Kudus merupakan mobil korban yang telah dipindahkan untuk mengangkut sejumlah barang hasil kejahatan. 

 #Polisi masih menyelidiki kasus ini

Selain mengambil sidik jari dari mobil tersebut, polisi juga masih menggunakan kaus hitam yang bisa diletakkan di dalam mobil korbannya.

Kasus perampokan tersebut diwarnai oleh penyekapan terhadap korban dan keluarga lain yang ada di dalam rumah.

Pelaku juga mengambil peladen (server) yang menyimpan video yang diambil dari kamera pemantau atau CCTV (televisi sirkuit tertutup) yang ada di rumah korban.

Akibat kejadian tersebut, korban Lim Cahyo Wibowo warga Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus, yang merupakan pengusaha plastik tersebut menanggung kerugian yang ditaksir mencapai Rp2 miliar yang merupakan uang tunai, perhiasan, dan surat berharga.