Mitos tentang Maag yang Sering Dipercaya Masyarakat

Mitos tentang Maag yang Sering Dipercaya Masyarakat, Sudah Tahu?

Mitos tentang Maag yang Sering Dipercaya Masyarakat – Dalam hal-hal tertentu, masyarakat masih percaya akan mitos-mitos yang dibawa dari pendahulunya hingga saat ini. Tidak hanya seputar klenik, tapi juga kesehatan. Beragam opini tentang penyakit memang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Akibatnya, terjadi simpang siur dalam memahami penyebab penyakit atau kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan.

Oleh karena itu, segala asumsi yang masih belum benar tersebut harus segera dibenarkan lewat fakta-fakta seputar penyakit atau kebiasaan yang sering didengar di sekitar agar tidak menjadi mitos saja.

Sakit maag atau dalam bahasa medis dikenal dengan sebutan gastritis, merupakan penyakit yang umum dan banyak diderita orang. Namun meski sudah menjadi penyakit umum dikalangan masyarakat, tanpa disadari masih banyak masyarakat yang Daftar IDN Poker meyakini mitos-mitos seputar penyakit maag ini.

Biar gak salah kaprah terus, yuk simak langsung beberapa mitos tentang maag yang sering dipercayai masyarakat.

  • Sakit maag bukan merupakan penyakit serius tanpa perlu penanganan khusus

Saking umumnya penyakit ini dikalangan masyarakat, banyak yang mengira jika penyakit maag bukanlah penyakit yang serius dan perlu tindakan khusus. Padahal jika gejala maag yang dirasakan dibiarkan semakin lama tanpa penanganan serius, akan menyebabkan resiko terjadinya kanker perut.

Dilansir dari Mayoclinic, hal ini bisa terjadi karena gejala awal kanker perut yang sangat mirip dengan gejala maag. Oleh sebab itu akan berbahaya jika sampai telat mendapatkan diagnosa. Helicobacter pylori juga menjadi faktor utama pada gastritis kronis yang menjadi salah satu penyebab resiko kanker perut.

Mengonsumsi yogurt dapat menimbulkan gejala maag karena rasanya yang asam

Selain susu, makanan olahan susu fermentasi yakni yogurt ini sering dikatakan menjadi penyebab munculnya gejala maag. Faktanya yogurt sangat baik untuk penderita maag karena asam yang dimiliki yogurt merupakan asam laktat yang justru dapat menyembuhkan luka pada dinding lambung.

Yogurt mengandung probiotik atau disebut bakteri baik yang dapat meningkatkan kesehatan usus. Dapat menghambat pertumbuhan Helicobacter pylori yang menjadi penyebab utama gastritis atau maag.

  • Penderita maag tidak boleh berpuasa

Bagi penderita maag, hal ini menjadi tantangan tersendiri, apalagi banyak masyarakat yang berpikir jika penderita maag tidak boleh sampai terlambat untuk makan. Oleh sebab itu, banyak masyarakat yang berspekulasi jika penderita maag tidak bisa berpuasa.

Dilansir dari Getdoc, faktanya, tidak ada larangan berpuasa untuk penderita penyakit maag. Menjalankan puasa bagi penderita maag tidak menjadi masalah. Selama penderita maag bisa mengatur menu makanan saat sahur dan berbuka, serta menghindari makanan-makanan yang bisa memicu gejala maag.

Namun untuk pasien yang memiliki gejala yang serius, disarankan untuk tidak berpuasa atau dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum berpuasa.