Kelompok OKP di Medan Bentrok, Dua Luka Parah

Kelompok OKP di Medan Bentrok, Dua Luka Parah

Kelompok OKP di Medan Bentrok, Dua Luka Parah – Bentrokan terjadi antara dua kubu organisasi kepemudaan, di Jalan Eka Rasmi, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu sore.

Menurut keterangan saksi mata, Ridwan (39), aksi saling serang ini bermula ketika kelompok massa loreng oranye dengan sepedamotor berjumlah puluhan orang melintasi di depan pos OKP loreng biru seputaran kawasan Jalan Eka Rasmi.

“Mereka datang sambil geber-geber sepeda motor sewaktu melintas di depan pos loreng biru Jalan Eka Rasmi, sempat adu mulut. OKP loreng oranye diusir. Rupanya mereka tidak senang akhir melawan,” ujar Ridwan. .

Ia menambahkan, kehadiran OKP berloreng merah ini membuat sekelompok OKP loreng biru merasa terganggu. Kemudian mereka meminta OKP loreng merah untuk pergi.

Namun, OKP loreng merah tidak terima dan menantang OKP loreng biru hingga terjadi baku hantam antar keduanya.

Akibat peristiwa tersebut, sebanyak tiga unit sepeda motor rusak akibat dihantam dengan senjata tajam. Tidak hanya itu, dua orang dari OKP loreng merah harus dilarikan ke rumah sakit Mitra Sejati karena mengalami luka serius.

“Kepalanya bocor karena habis dihantam. Mukanya juga udah babak belur,” jelasnya. Selang beberapa saat, petugas Polsel Deli Tua dan sejumlah personel Satsabhara Polrestabes Medan datang dan melerai aksi kedua OKP tersebut.

Polisi Berjaga

Bentrokan antar ormas kepemudaan terjadi di Medan, Sumatera Utara. Kini, lokasi bentrokan dijaga ketat oleh aparat kepolisian.

Lokasi bentrok berada di Jalan Ekarasmi, Medan Johor. Penjagaan di lokasi dilakukan oleh polisi dari Polsek Deli Tua dibantu personel dari Sabhara Polrestabes Medan dan sejumlah personel TNI.

Warga setempat menyebut ada satu orang anggota ormas yang terluka. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan.

Bentrokan terjadi berawal gerombolan ormas yang melemparkan batu ke salah satu warung makan. Kebetulan, warung makan tersebut merupakan tempat berkumpul ormas lain.

“Mereka melempar batu ke warung. Di situ warga lagi duduk,” ucap