Gereja Katedral Jakarta

Gereja Katedral Jakarta Akan Dibuka Setelah Siap dengan Protokol Kesehatan

 

Gereja Katedral Jakarta Akan Dibuka Setelah Siap dengan Protokol Kesehatan – Tempat ibadah imat kristen Jakarta masih belum dibuka untuk umum selama masa depan sosial berskala besar (PSBB) transisi di Jakarta.

Tempat Tersebut  baru akan mengadakan ibadat khusus setelah menyiapkan protokol kesehatan dalam beribadah.

Pastor Kepala Paroki Katedral Romo Hani Rudi menyampaikan, Gereja Katedral Jakarta saat ini sedang menyiapkan protokol kesehatan dengan menerapkan kursi santai, tempat cuci tangan, hingga alat pengecekan suhu tubuh.

“Kami juga memastikan semua petugas telah menyelesaikan uji coba,” kata Hani dalam video yang diunggah di Facebook Keuskupan Agung Jakarta (KAJ).

Hani menjelaskan, prosesi ibadah publik akan kembali dilakukan seperti semula setelah ada arahan dari KAJ.

Tak Tergesa – Gesa

“Tidak terburu-buru melakukan misa bersama umat karena masih perlu memastikan apa yang siap,” katanya.

Sampai saat ini, prosesi ibadah masih dilakukan dengan berani atau online untuk umat yang menunggu kesiapan protokol kesehatan.

Bagi umat beragama ingin melakukan ibadah hari Sabtu pukul 16.00 dan Minggu pukul 11.00 serta 17.00 WIB.

“Kami mohon umat bersabar dengan sambil membiasakan diri dengan hal dasar kesehatan seperti mencuci tangan dengan bersih wajib mencuci tangan dengan topeng jika keluar rumah dan menjaga jarak,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah melampaui masa masa sosial berskala besar (PSBB) dan menyebut Juni 2020 sebagai masa transisi.

Bersamaan dengan itu, rumah ibadat diizinkan untuk mengadakan kegiatan ibadat Jumat pagi, dengan syarat menerapkan protokol kesehatan.

“Saya meminta kepada semua pengelola rumah ibadat untuk segera melihat protokol lengkap Covid-19 agar kompilasi masyarakat mulai datang, kondisi siap,” kata Anies, Kamis lalu.

Berikut merupakan protokol kesehatan yang harus diterapkan saat kegiatan keagamaan di rumah ibadah selama masa transisi PSBB:

1. Jumlah peserta ibadah maksimal 50 persen ..

2. Menerapkan jarak aman minimal 1 meter.

3. Mencuci tempat kegiatan dengan disinfektan sebelum dan sesudah berkegiatan.

4. Setelah tempat ibadah digunakan untuk kegiatan rutin, ditutup kembali.

5. Tidak menggunakan karpet / permadani, setiap jemaah harus membawa sajadah / alat shalat sendiri.

6. Penitipan alas kaki ditiadakan, setiap jemaah harus membawa kantong / tas dan bawa alas masing-masing.