Fahim Saleh, CEO Aplikasi Ojol yang Tewas Dimutilasi

Fahim Saleh, CEO Aplikasi Ojol yang Tewas Dimutilasi

Fahim Saleh, CEO Aplikasi Ojol yang Tewas Dimutilasi – Nama Fahim Saleh bisa jadi belum banyak dikenal di dunia. Pendiri sekaligus bos aplikasi ojek online Gokada dan Pathao itu membawa teknologi ke Nigeria dan Bangladesh di mana masih banyak warga yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup yang lebih baik.

Melalui start-up yang ia dirikan, Fahim dianggap mampu membuka lapangan pekerjaan di kedua negara tersebut. Namun, laki-laki berusia 33 tahun tersebut harus berhenti mewujudkan mimpi-mimpinya di bidang teknologi dan bisnis. Pada Senin 13 Juli 2020, ia ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi sudah dimutilasi di apartemennya di New York City.

Menurut laporan harian The New York Times, seorang laki-laki berpakaian serba hitam dan mengenakan masker membuntuti Fahim sampai ke apartemennya di lantai tujuh. Kamera pengawas memperlihatkan keduanya bersitegang di dalam lift. Polisi percaya pelaku menggunakan stun gun untuk melumpuhkan Fahim dan beberapa kali menusuk tubuhnya.

Saudara perempuan Fahim akhirnya memutuskan mendatangi apartemennya karena tak mendengar kabarnya seharian. Ia kemudian terkejut lantaran menemukan kakaknya sudah tak bernyawa dalam keadaan mengenaskan.

Siapa sebenarnya Fahim? Apa yang polisi ketahui tentang pembunuhan tersebut.

1. Fahim merupakan keturunan Bangladesh dan sudah memperlihatkan bibit sebagai pebisnis sejak dini

Fahim lahir di Arab Saudi dari orangtua asal Bangladesh. Ia kemudian dibesarkan di New York di mana kemudian ia mendapatkan gelar sarjana Ilmu Komputer dari Bentley University. Kampus itu memang terkenal sebagai kampus elit untuk jurusan bisnis.

Ketika remaja, ia sudah mampu membuat situs blogging yang dipakai oleh teman-teman sekolahnya. Dari sini, ia mendapatkan penghasilan dan mulai membuat situs-situs lain yang mengambil untung dari kebutuhan iklan di internet. Salah satu situs buatannya berhasil terjual ribuan dolar.

#Dikenal sebagai sosok yang bersahaja dan penyayang keluarga

2. Fahim membawa teknologi ke Bangladesh dan Nigeria dalam bentuk aplikasi ojek online 

Pada 2016 Fahim mendirikan perusahaan ojek online dengan berbasis aplikasi bernama Pathao di Bangladesh. Bisnis tersebut tidak hanya menyediakan jasa transportasi, tapi juga layanan antar makanan. Di Bangladesh, Pathao beroperasi di tiga kota yaitu Dhaka, Chittagong, dan Sylhet.

Menyusul kesuksesan Pathao, Fahim menduplikasi bisnisnya ke Nigeria pada 2017 dengan nama Gokada. Sebagian warga Lagos bisa bekerja sebagai driver, sebagian lainnya menikmati jasa tersebut. Karena popularitasnya, pada 2019 Gokada mendapatkan pendanaan seri A.

3. Orang-orang yang mengenal Fahim menyebutnya sebagai pemimpi yang sayang keluarga 

Kesuksesan Fahim dalam membangun bisnisnya membuatnya mampu membeli apartemen mewah senilai hampir Rp30 miliar. Pada suatu kesempatan, ia juga menghadiahkan satu unit Tesla kepada ayahnya. Fahim pun beberapa kali mengunggah foto-foto bersama saudara-saudara perempuannya.

Usai kematiannya, pihak keluarga mengeluarkan pernyataan resmi. “Tajuk berita membicarakan soal sebuah kejahatan yang masih belum bisa kami cerna,” kata keluarga Fahim, seperti dikutip The Daily Beast. “Fahim lebih dari apa yang Anda baca. Dia sangat lebih dari itu.”

Fahim disebut sebagai orang yang meski sukses di usia muda, tapi tetap rendah hati dan berkomitmen untuk membantu orang lain.Keluarga pun meminta polisi untuk segera menangkap pelaku pembunuhan yang keji tersebut.

“Tak ada kata atau sikap yang bisa membuat kami tenang kecuali penangkapan orang yang melakukan hal biadab terhadap orang yang kami sayangi. Kami meminta dan mendorong Kepolisian New York dan penegak hukum lainnya untuk bekerja secara tekun untuk mencari tahu kejahatan keji ini dan memberikan keadilan bagi Fahim,” tutur mereka.