Cara Wuhan Tes Massal COVID-19 ke 11 Juta Warga dalam Dua Pekan

Cara Wuhan Tes Massal COVID-19

Cara Wuhan Tes Massal COVID-19 – Kota Wuhan akan segera merampungkan pengetesan virus corona seluruh 11 juta warga untuk mengendalikan penyebaran pandemi covid-19.

Baca juga : Berikut Adalah Daftar Agama Baru Paling Aneh di Dunia

Semua warga dan mereka yang terdaftar dalam dokumen sudah dihubungi untuk pemeriksaan dan otoritas setempat sejauh ini hanya melaporkan satu kasus baru sejak dua pekan program ini dimulai pada 13 Mei.

Dilansir dari laman the New Straits Times, Sabtu (30/5), China menggelar proyek besar melibatkan ribuan petugas ini di saat negara lain masih berjibaku melakukan pengetesan warga.

Upaya ini adalah respons dari pemerintah atas kritik yang menyebut agen s128 terpercaya aparat lamban dalam menangani pandemi yang sudah menulari hampir enam juta orang di seluruh dunia dan menewaskan lebih dari 360.000 orang.

Percepat Pengembangan Vaksin

Beijing juga mempercepat pengembangan vaksin, memperluas pengetesan di seluruh negeri dan menjaga ketat aturan karantina wilayah untuk memastikan angka kasus positif turun.

“China memperlihatkan mereka bisa menggerakkan sumber daya manusia sedemikian rupa dan segala peralatan dalam skala besar,” kata Raina MacIntyre, profesor biokeamanan global di Universitas New South Wales di Sydney, Australia.

“Itu adalah kombinasi dari kemampuan teknologi dan kemauan politik.”

Perdana Menteri Li Keqiang pekan lalu menyerukan reformasi dalam sistem pencegahan penyakit dan meningkatkan mekanisme untuk pelaporan cepat dan langsung atas suatu wabah.

“Segala jenis penularan, jika ditemukan, harus segera ditangani serius,” kata Li dalam jumpa pers Kamis pada pertemuan para tokoh politik.

“Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi.”

Wuhan yang kini hanya ada lima kasus aktif sejak Jumat kemarin. Memakai berbagai metode berbeda untuk memeriksa setiap warga dari mulai diagnosa untuk mengetahui penularan aktif dan penggunaan antibodi untuk mendeteksi virus di dalam darah. Sejumlah tenda didirikan di kawasan pemukiman di seantero kota untuk melakukan tes swab dari tenggorokan atau hidung.

“Ini sungguh suatu keajaiban jika 11 juta warga benar dites dalam waktu dua pekan,” kata Zhou Xiangning. Pejabat Wuhan yang mengatakan tes swab berlangsung selama 20 menit.

Dengan pengetesan 11 juta orang ini para petugas kesehatan memeriksa sekaligus 10 sampel secara berkelanjutan.

Jika ada hasil positif dalam 10 sampel itu maka otoritas kesehatan menindaklanjuti pemeriksaan orang-orang di lingkar kelompok itu.

Terapkan Teknik yang Sama ke Negara Lain

Meski begitu, teknik ini tidak bisa diterapkan negara lain yang masih melaporkan ribuan kasus. Metode ini hanya bisa efektif jika angka penularan di bawa 1 persen. Peng Zhiyong, direktur unit gawat darurat di Rumah Sakit Zhongnan Wuhan.

“Jika tingkat penularan di antara populasi masih tinggi seperti skenario awal di Wuhan. Ini akan memperbesar biaya pengetesan,” kata Peng kepada media lokal.

Tekanan dari pemerintah dan masyarakat membantu respons warga yang lebih tinggi. Siapa pun yang tidak dites maka status label kesehatannya akan diturunkan dari yang tadinya hijau bisa turun ke kuning. Dan hal itu bisa mempengaruhi izin mereka untuk bekerja. Keluar dari Wuhan, termasuk akses pergi ke restoran, kendaraan umum dan fasilitas publik lainnya.

Warga yang tidak mengikuti tes juga namanya akan terpampang di papan pengumuman, kata Ma Cong, warga setempat.

“Masyarakat sangat ketat soal ini karena mereka bisa dimintai tanggung jawab jika ada kelalaian.”

Sumber : merdeka.com